Seleksi Ketat: Kisah Armalah Berakhir Sukacita

By: hardi

Leny Hasanah- Armalah

Program Armalah HSI BERBAGI bantu Armalah menghadapi kesulitan hidup yang dihadapi sebagai orang tua tunggal untuk buah hati/ Ilust- Ist.

Jawa Tengah, hsi.berbagi.id– ”Seleksinya ketat sekali…” Begitu kalimat pertama yang keluar dari Ummu Farros ketika ditanyai bagaimana ia melewati tahapan seleksi Program Armalah HSI BERBAGI tahun 2025.

Alhamdulillah, ibu tiga anak itu terpilih menjadi salah satu penerima manfaat Program Armalah, sebuah program dari HSI BERBAGI yang ditujukan untuk membantu para santri maupun eksternal HSI AbdullahRoy yang berstatus janda, baik cerai mati maupun cerai hidup.

Pada tahun 2025, pendaftaran Program Armalah dimulai pada 20 Oktober 2025 dan ditutup lima hari kemudian, yakni 25 Oktober 2025. Pada periode ini, panitia berhasil menjaring 172 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Tentu saja, seluruh pendaftar harus melalui proses seleksi yang ketat sebelum diputuskan sebagai penerima manfaat. Dan, salah satu yang berhasil lolos adalah Ummu Farros.

Dia mengaku, mengetahui program Armalah dari grup diskusi reguler HSI. Saat melihat informasi itu, dengan sigap Ummu Farros mencoba mendaftar. Sebagai bentuk ikhtiar dirinya meringankan kebutuhan hidup sehari-hari yang harus dilalui bersama buah hatinya.

”Saya memutuskan mendaftar Armalah karena sangat membutuhkan dana, untuk menutupi kekurangan biaya sehari-hari setelah suami tiada,” ujarnya kepada hsi.berbagi.id saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/11/2025).

Menurut Ummu Farros, ini merupakan pendaftarannya yang kedua. Pada pendaftaran sebelumnya, dia belum berhasil dan berupaya untuk mencoba kembali.

“Seleksinya ketat sekali…,” kenangnya. “Padahal waktu itu sedang sangat membutuhkan dana sampai berutang. Qadarullah…” ucapnya lirih.

Kebutuhan hidup memang kian berat sejak suaminya meninggal dunia tujuh tahun lalu. Anak pertamanya baru dapat mulai kuliah sambil membantu temannya, setelah sebelumnya sempat tertunda karena tidak ada biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Ummu Farros sendiri bekerja sebagai guru TK IT hingga sore hari. “Tidak ada pekerjaan tambahan…” katanya.

Karena itulah, setiap ada kabar peluang bantuan ia selalu berharap dan terus berdoa. Namun ia memahami sepenuhnya mengapa seleksi Program Armalah sangat teliti. Survei dilakukan beberapa kali dan data diverifikasi ulang.

Akhirnya, Allah memberikan jalan terbaik. Ummu Farros dinyatakan lolos seleksi Program Armalah 2025. “Alhamdulillah, terima kasih HSI BERBAGI dan para muhsinin yang telah memberikan hartanya.”

Saat ditanya pesan untuk tim HSI BERBAGI, dia menyampaikan doa tulus:
Jazaakumullahu khairan. Semoga Allah mudahkan dan lancarkan segala urusan antum semua.”

Validasi Data dan Transparan

Secara terpisah, pengurus Divisi HSI BERBAGI, Ria Ummu Ayu menjelaskan bahwa total pendaftar Program Armalah tahun ini mencapai 172 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah gugur pada tahap awal, dan kini tersisa 42 pendaftar yang sedang menjalani tahap verifikasi lanjutan (verlan).

Dari seluruh pendaftar, sembilan orang telah dinyatakan lolos dan menerima bantuan Armalah dengan total penyaluran sebesar Rp41.968.000,00.

Menurut Ria, peserta yang masuk tahap verlan belum tentu menjadi penerima manfaat, karena keputusan akhir sangat bergantung pada hasil asesmen terakhir.

Permohonan bisa ditolak apabila ditemukan data baru, seperti:

  • adanya perubahan pendapatan, sehingga pemohon masuk kategori mampu
  • status pernikahan yang tidak sesuai dengan pengakuan awal
  • atau tim assesor memutuskan bahwa pemohon tidak layak dibantu berdasarkan pertimbangan yang matang.

”Artinya walaupun sudah masuk verlan, statusnya belum final sebagai penerima manfaat Armalah,” tegas Ria kepada hsi.berbagi.id di Tangerang Selatan.

Program Armalah kembali menjadi bukti bahwa amanah para muhsinin dikelola dengan seleksi ketat, verifikasi berlapis, dan prinsip kehati-hatian yang tinggi.

Kisah Ummu Farros menunjukkan bahwa di balik proses yang panjang, ada harapan yang akhirnya Allah wujudkan melalui tangan-tangan kebaikan. Semoga bantuan yang tersalurkan membawa keberkahan bagi para penerima dan menjadi amal jariyah bagi para muhsinin yang telah berkontribusi.(sbn)

Komentar (2)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *