Leny Hasanah- Armalah

Tim HSI BERBAGI saat melakukan pendataan dan verifikasi kepada para pemohon dalam Program Armalah Tahun 2025. Foto; Dok HSI BERBAGI.
Jawa Barat, hsi.berbagi.id– Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.” (HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)
Dengan semangat dan keutamaan hadits di atas menjadi refleksi dalam Program Armalah HSI BERBAGI tahun 2025. Alhamdulillah, lewat program maslahat ini HSI BERBAGI telah menyalurkan amanah zakat dari para muzaki sebesar Rp172.186.000,00 kepada 34 armalah atau janda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan Yogyakarta.
Program Armalah tahun 2025 dibuka pada 20 Oktober 2025 ditutup lima hari kemudian. Selama masa pendaftaran, tercatat ada 172 pengajuan yang masuk dari kalangan santri HSI AbdullahRoy maupun masyarakat umum (eksternal). (baca selengkapnya: https://hsi.berbagi.id/seleksi-ketat-kisah-armalah-berakhir-sukacita)
Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 pengajuan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan awal, di antaranya pemohon tidak bisa melampirkan surat keterangan cerai mati ataupun cerai hidup, status pernikahan tidak jelas, masuk kategori mampu, serta tidak bersedia dipublikasi. Sementara itu, 119 pengajuan lainnya dinyatakan memenuhi syarat administrasi awal, terdiri atas 40 cerai hidup dan 79 cerai mati, seluruhnya dilengkapi dengan surat resmi.
Namun, proses seleksi tidak berhenti pada tahap administrasi. Di tengah proses verifikasi, sebanyak 72 pengajuan ditolak sebelum verifikasi lapangan, sembilan pengajuan ditolak setelah verifikasi lapangan, dan empat pengajuan dinyatakan batal. Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi yang ketat, 34 orang ditetapkan sebagai penerima manfaat Program Armalah HSI BERBAGI tahun 2025.
Ketua Program Armalah HSI BERBAGI 2025, Vebyola menyampaikan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara objektif dan sesuai ketentuan berlaku. Tahapan seleksi diawali dengan pemeriksaan apakah pemohon sedang mengikuti program lain di HSI BERBAGI atau telah menerima bantuan selama kurun waktu 12 bulan terakhir. Pengajuan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut tidak dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahapan selanjutnya meliputi pemeriksaan kelengkapan data dan dokumen pemohon. Setelah itu, dilakukan penilaian kondisi ekonomi yang mencakup besaran pendapatan, jumlah tanggungan, serta perhitungan had kifayah sesuai domisili pemohon. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pemohon diklasifikasikan ke dalam kategori fakir, miskin, atau mampu.
”Pemohon yang masuk kategori mampu, dengan penuh penghormatan, belum dapat dilanjutkan karena Program Armalah diprioritaskan bagi mereka yang lebih membutuhkan,” jelas Vebyola kepada hsi.berbagi.id di Jawa Barat, baru-baru ini.
Tantangan Terbesar Validasi Dokumen
Menurut Vebyola, tantangan terbesar dalam pelaksanaan Program Armalah 2025 adalah memastikan keabsahan dokumen pemohon, kesesuaian tanggungan dengan ketentuan syariat, serta melakukan penilaian pendapatan yang dalam banyak kasus bersifat serabutan dan tidak menentu setiap bulannya. Kondisi ini menuntut kehati-hatian, ketelitian, serta proses verifikasi yang lebih mendalam agar penyaluran dana amanah dapat tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima digunakan sesuai peruntukannya. Kejujuran dan amanah, menurutnya, menjadi sebab turunnya keberkahan, meskipun dalam keterbatasan.
”Semoga bantuan yang diterima menjadi wasilah keringanan dan keberkahan. Tetaplah bersabar dan bertawakkal kepada Allah Azza wa Jalla, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan air mata dan doa hamba-Nya yang ikhlas,” tutur Vebyola.
Sementara, bagi para pemohon yang pengajuannya belum disetujui, ia mengajak untuk berlapang dada dan berhusnuzan kepada ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, seraya terus berikhtiar dan memperbanyak doa.
”Ketahuilah bahwa apa yang Allah Ta’ala takdirkan pasti mengandung hikmah, meskipun belum kita pahami saat ini. Bisa jadi penundaan ini adalah bentuk penjagaan dan kasih sayang Allah Ta’ala, serta jalan menuju kebaikan yang lain. Kami mendoakan semoga Allah Ta’ala melapangkan rezeki, memudahkan urusan, serta memberikan jalan keluar terbaik. Teruslah berikhtiar dan memperbanyak doa, karena pintu pertolongan Allah Ta’ala selalu terbuka bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh,” tambah Vebyola seraya turut mendoakan.
HSI BERBAGI berharap Program Armalah dapat terus berlanjut dan berkembang secara berkesinambungan. Dengan memperkuat sistem seleksi dan verifikasi, serta meningkatkan transparansi pelaporan, amanah para muzaki diharapkan dapat terus terjaga dan memberikan keberkahan yang lebih luas bagi umat.
”Semoga Allah Ta’ala memudahkan agar ke depannya HSI BERBAGI dapat berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola program dengan memperkuat sistem seleksi dan verifikasi, meningkatkan transparansi pelaporan, serta memperluas jangkauan kebermanfaatan, sehingga pelaksanaan Program Armalah senantiasa berjalan sesuai prinsip syariah, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ungkap Vebyola menegaskan.
Melalui Program Armalah, HSI BERBAGI berharap hadirnya kepedulian para muzaki tidak hanya meringankan beban para armalah, tetapi juga menjaga ketenangan dan harapan baru. Di balik setiap donasi yang disalurkan, terdapat doa, amanah, dan pahala yang insyaallah terus mengalir. Allahuma Aamiin.(sbn)
Ayo, Bantu saudara kita yang membutuhkan. Zakat Anda berarti bagi mereka, salurkan melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
|No.Rek.: 8550000068
HSI BERBAGI ZAKAT
Konfirmasi Transfer: 0821-1212-1247
Info dan Pertanyaan: https://csberbagi.hsi.id
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar