Leny Hasanah- Beasiswa Pendidikan

Siswa SMA IT HSI selalu bersemangat dalam belajar, terutama dalam mengembangkan bahasa Arab di lingkungan sekolah mereka. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.
Jawa Tengah, hsi.berbagi.id- Kabar terbaik kembali datang dari santri-santri SMA IT HSI-IDN di Purworejo, Jawa Tengah. Delapan santri sukses menyabet medali dalam bidang bahasa Arab tingkat SMA/MA sederajat dalam ajang “National Islamic Smart Student Competition”, yang diselenggarakan oleh Gojo Cendikia secara online pada 2 Maret 2025.
Di antara delapan santri tersebut, Haidar Idris Asy-Syafiq berhasil meraih peringkat pertama dan meraih medali emas. Diikuti oleh Muhammad Emil Fikar dan Muhammad Daffa Hafiz, yang juga menorehkan prestasi luar biasa. Sementara itu, Muhammad Malik, Hamam, Muhammad Salman Alfaiq, Ibrahim Ibnu Abbas, dan Ridho Althafri berhasil membawa pulang medali perak, menorehkan pencapaian yang istimewa di antara 81 peserta khusus lomba bahasa Arab. (baca juga; https://hsi.berbagi.id/raih-medali-emas-santri-sma-it-hsi-juara-olimpiade-bahasa-arab)
“Alhamdulillah, santri-santri kami juara lagi,” ujar Ustadz Fauzi M. Noor, Kepala SMA IT HSI-IDN, dengan penuh kebahagiaan. “Setelah bulan lalu santri kami sukses menjuarai olimpiade bahasa Arab di TMII Jakarta, pekan ini giliran santri lainnya yang mengikuti jejak serupa. Yang membuat kemenangan ini lebih spesial, para santri yang meraih medali kali ini adalah penerima beasiswa pendidikan dari HSI BERBAGI,” tambahnya bersemangat.
Keberhasilan santri dalam kompetisi tingkat nasional ini tentu bukan hasil instan. Menurut Ustadz Fauzi, sistem di lingkungan sekolah benar-benar menjaga bahasa Arab dengan ketat.
“Di sekolah ini, penggunaan bahasa Arab bukan sekadar aturan, tapi sudah menjadi budaya. Setiap santri diwajibkan berbicara dalam bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan ini yang membuat mereka berkembang begitu pesat dalam menguasai bahasa Arab, biidznillah,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kewajiban, bahasa Arab telah menjadi bagian dari keseharian santri SMA IT HSI. Dalam percakapan, diskusi, bahkan dalam kegiatan sehari-hari, mereka membiasakan diri untuk berpikir dan berbicara dalam bahasa Arab. Hal ini menciptakan lingkungan yang alami dan mendukung proses belajar mereka.
Ustadz Fauzi pun memberikan motivasi bagi santri-santri lain yang sedang berjuang. “Jangan pernah berhenti untuk selalu percaya kepada diri sendiri. Kemenangan mereka hari ini adalah bukti bahwa usaha yang sungguh-sungguh, ditambah doa dan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan membawa kita menuju hasil terbaik. Kebaikan akan selalu menemukan jalannya sendiri,” tegas Ustadz Fauzi meyakinkan.
Dia menambahkan, “Jadi ingatlah, siapa pun kita, dari mana pun asal kita, selama punya tekad kuat, insyaallah kita pasti bisa mencapai tujuan yang diinginkan.”
Tak lupa, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Yayasan HSI Berbagi yang telah memberikan kepercayaan kepada santri-santri SMA IT HSI. “Semoga semangat berbagi ini menular kepada banyak orang dan melahirkan lebih banyak lagi kisah inspiratif di masa depan,” ucapnya.
Konsistensi, Sabet Medali Emas

Di balik kemenangan ini, ada kisah perjuangan yang menginspirasi. Haidar Idris Asy-Syafiq, sang peraih medali emas dan peringkat pertama, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya adalah konsistensi dalam belajar.
“Saya selalu murojaah (mengulang) mufrodat yang telah saya pelajari sebelumnya. Saya juga berusaha belajar secara intensif dalam bahasa Arab, tidak hanya sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami materi dengan baik tanpa berlebihan,” ujarnya.
Baginya, kemenangan ini bukan hanya miliknya, melainkan kemenangan bersama bagi seluruh santri SMA IT HSI.
“Saya yakin teman-teman saya memiliki kemampuan yang luar biasa, bahkan mungkin lebih baik dari saya. Namun, dalam perlombaan kemarin, banyak kesalahan yang terjadi lebih karena kurangnya ketelitian dalam menjawab. Sementara dalam memahami soal dan menemukan jawaban yang benar, insyaallah mereka semua sangat mumpuni,” tambahnya.
Sebagai santri yang telah menempuh perjalanan panjang dalam mempelajari bahasa Arab, Haidar menyadari bahwa keberhasilan tidak datang dengan instan. Konsistensi dalam belajar, dukungan lingkungan yang baik, serta keyakinan terhadap takdir Allah adalah faktor utama yang membantunya mencapai kemenangan ini.
“Karena itu, kemenangan ini bukan hanya kemenangan saya, tetapi kemenangan kita bersama. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas hasil ini dan berharap dapat terus belajar serta berkembang bersama teman-teman,” ungkapnya dengan penuh harapan.(sbn)