Santri SMA IT HSI Kembali Mengukir Prestasi di MHQ 10 Juz

By: hardi

Leny Hasanah- Beasiswa Pendidikan

Vernanda Mohammad Zaidan Sauri, santri kelas 12 asal Jawa Barat, berhasil meraih juara 3 dalam ajang Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Nasional kategori 10 Juz. Foto; Dok HSI BERBAGI

Purworejo, hsi.berbagi.id– Setelah sukses meraih berbagai penghargaan dalam kompetisi bahasa Arab, kini santri SMA IT HSI-IDN kembali menorehkan prestasi dalam menghafal Al-Qur’an.

Adalah Vernanda Mohammad Zaidan Sauri, santri kelas 12 asal Jawa Barat, yang berhasil meraih juara 3 dalam ajang Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Nasional kategori 10 Juz, yang diselenggarakan Yayasan Darussalam pada 15 Maret 2025 di Masjid Darussalam Kota Wisata, Bogor, Jawa Barat.

Santri kelahiran tahun 2007 itu menunjukkan bahwa dengan ketekunan, kedisiplinan, dan dukungan lingkungan yang baik, biidznillah, menghafal dan menjaga Al-Qur’an bisa menjadi jalan menuju kesuksesan.

Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga bukti nyata kesungguhan dan kegigihan dalam menuntut ilmu Al-Qur’an. Kepala SMA IT HSI-IDN, Ustadz Fauzi M. Noor, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian santri-santrinya. (baca juga; https://hsi.berbagi.id/santri-beasiswa-hsi-berbagi-raih-juara-bahasa-arab-tingkat-nasional)

“Alhamdulillah, sebuah kebanggaan bagi kami di SMA IT HSI-IDN melihat santri-santri kami terus menorehkan prestasi gemilang. Setelah sebelumnya menjuarai Olimpiade Bahasa Arab, kini ananda Zaidan kembali mengharumkan nama sekolah dengan meraih juara di bidang tahfidz. Ini adalah bukti bahwa keberkahan ilmu dan tarbiyah yang kami bangun di lingkungan pesantren, atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hasil yang luar biasa,” ungkapnya antusias kepada hsi.berbagi.id, Senin (17/3/2025).

Menghafal 30 Juz Al-Qur’an

Sang juara, Zaidan, berbagi kisah perjalanannya dalam menghafal Al-Qur’an. Dia pertama kali mulai menghafal saat duduk di bangku kelas 1 SMP dan berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dalam dua tahun. Namun, baginya, menyelesaikan hafalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menjaga dan memperkuat hafalan.

“Menghafal itu satu hal, tapi menjaga hafalan adalah tantangan yang lebih besar. Dibutuhkan konsistensi dan kesabaran yang panjang. Alhamdulillah, selama tiga tahun terakhir, saya terus murojaah dengan bimbingan Ustadz dan dukungan teman-teman yang selalu siap menyimak dan mengoreksi hafalan saya,” ujar Zaidan.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat besar dalam membantunya. Setiap hari, ia mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari para ustadz yang selalu menyimak dan mengevaluasi hafalannya. Selain itu, dukungan dari orang tua, teman-teman, dan komunitas santri juga menjadi penyemangatnya.

“Ketika saya lolos ke babak final, teman-teman dan guru-guru saya begitu antusias mendoakan dan mendukung saya. Ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus murojaah dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Zaidan juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya bukan semata karena usahanya sendiri, tetapi juga berkat doa orang tua dan bimbingan para guru.

“Alhamdulillah, dengan semua kemudahan ini, saya sadar bahwa ini adalah hasil dari doa orang tua, para guru, dan usaha yang terus menerus. Semoga saya bisa terus menjaga hafalan ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya penuh syukur.

Lingkungan Mendukung Prestasi Santri

SMA IT HSI-IDN dikenal sebagai sekolah yang mempelajari ilmu informasi dan teknologi, juga menyeimbangkan dengan pendidikan berbasis Al-Qur’an dan Bahasa Arab. Lingkungan pesantren yang disiplin dalam penerapan bahasa Arab dan hafalan Al-Qur’an membuat santri mampu berkembang dengan optimal.

“Kami di SMA IT HSI-IDN berusaha menciptakan lingkungan yang kondusif bagi santri untuk berkembang. Setiap hari, mereka memiliki jadwal murojaah yang terstruktur, bimbingan intensif dari ustadz, serta komunitas yang mendukung. Inilah yang membuat mereka bisa meraih banyak prestasi di berbagai bidang, baik dalam bahasa Arab maupun tahfizh,” jelas Ustadz Fauzi.

Saat ini, jumlah santri SMA IT HSI-IDN terdiri dari kelas 10: 41 santri, kelas 11: 22 santri, dan kelas 12 sebanyak 13 santri.

Sebagian besar santri SMA IT HSI saat ini telah berpindah ke kampus Cikembar, Sukabumi, dengan bangunan asrama yang sudah berdiri dan fasilitas pendidikan yang terus berkembang. Sementara itu, kampus Purworejo saat ini hanya menampung santri kelas 10, sambil menunggu seluruh bangunan di Sukabumi siap untuk ditempati secara penuh.

Bangun Prestasi Sekolah dan Masa Depan Santri

Prestasi yang diraih para santri SMA IT HSI tidak hanya berdampak bagi individu, tetapi juga membawa nama baik sekolah di kancah nasional. Menurut Ustadz Fauzi, pencapaian santri dalam berbagai bidang ini kian menguatkan citra SMA IT HSI sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada pembinaan generasi Qur’ani yang unggul.

“Kemenangan ini bukan hanya milik Zaidan, tetapi milik seluruh keluarga besar SMA IT HSI. Ini adalah bukti bahwa sistem pendidikan yang kami terapkan telah membuahkan hasil. Harapan kami, prestasi ini semakin memotivasi santri lainnya untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an,” katanya.

Ustadz Fauzi juga menegaskan bahwa pencapaian santri dalam berbagai kompetisi akan semakin memperkuat kurikulum dan program pembinaan di sekolah. SMA IT HSI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai program unggulan, termasuk dauroh tahfizh, pembelajaran intensif bahasa Arab, serta bimbingan akademik yang berbasis nilai-nilai Islam.

Mencetak Generasi Qur’ani

Prestasi yang diraih Vernanda Mohammad Zaidan Sauri dan santri lainnya menjadi bukti bahwa usaha yang sungguh-sungguh, lingkungan yang mendukung, serta doa dan keikhlasan adalah kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu.

Dengan semakin banyaknya santri yang berprestasi di berbagai bidang, SMA IT HSI-IDN berharap bisa melahirkan lebih banyak lagi generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang Islam serta kemampuan akademik yang unggul.

“Semoga keberhasilan ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh santri untuk semakin mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Karena sejatinya, kemuliaan seorang mukmin terletak pada kedekatannya dengan Kalamullah,” pungkas Ustadz Fauzi.

Selamat kepada para juara! Semoga prestasi ini menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar di masa depan. Allahumma Aamiin.(sbn)