Leny Hasanah- Beasiswa Penghafal Al-Qur’an

Membaca dan menghafal Al-Qur’an/ Foto-Ilustrasi
Riau, hsi.berbagi.id – ”Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan dan nikmat-Nya. Masyaallah, saya sangat bersyukur bisa menerima bantuan beasiswa dari HSI BERBAGI. Beasiswa ini bukan hanya menjadi penyemangat untuk terus menghafal dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi juga sangat membantu orang tua saya.”
”Jazaakumullahu khairan kepada HSI BERBAGI dan para donatur yang telah menjadi jalan kebaikan ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas dengan keberkahan yang berlipat dan menjadikannya sebagai amal jariyah. Semoga makin banyak saudara-saudara kita yang mendapatkan kesempatan serupa. Aamiin.”
Itulah luapan rasa syukur dan bahagia dari salah seorang penerima manfaat Program Beasiswa Penghafal Qur’an (BPQ) HSI BERBAGI tahun ajaran 2025/2026. Ungkapan tulus tersebut menjadi gambaran nyata, bahwa manfaat Program BPQ HSI BERBAGI sangat dirasakan dalam mendukung pendidikan para penghafal Al-Qur’an.
Alhamdulillah, tahun ajaran 2025/2026 ini, HSI BERBAGI resmi menyalurkan bantuan pendidikan BPQ tahap pertama kepada 42 penerima, dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp290 juta. Para penerima tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari 111 pendaftar yang mengikuti proses verifikasi dan tes hafalan.
Ketua Program BPQ HSI BERBAGI, Yuyun Wahyudi, menjelaskan bahwa tidak seluruh pendaftar dapat lolos karena adanya standar seleksi yang harus dipenuhi demi menjaga kualitas program.
“Ada tiga kategori besar pendaftar yang belum bisa lolos, yaitu dokumen yang tidak lengkap, tidak lulus bacaan rekaman, dan tidak lolos tes hafalan,” jelas Yuyun kepada hsi.berbagi.id di Riau, Jumat (26/12/2025).
Seleksi Ketat dan Mutu Hafalan
Proses seleksi BPQ tahap pertama menitikberatkan pada kelengkapan administrasi, kualitas bacaan, serta kekuatan hafalan Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, tim BPQ menghadapi sejumlah tantangan, khususnya pada sisi teknis. (baca juga; https://hsi.berbagi.id/program-bpq-hsi-berbagi-mencetak-generasi-penghafal-al-quran)
“Tantangan paling terasa ada di website program HSI BERBAGI, terutama saat input data dan proses verifikasi. Masih ada data yang keliru atau belum dapat disampaikan dengan benar karena pengguna belum terbiasa,” ungkapnya.
Meski demikian, proses seleksi tetap berjalan dengan melibatkan tim penguji dari HSI Qita guna memastikan hafalan para penerima benar-benar mutqin dan sesuai standar.
Skema Penyaluran Dana BPQ
Yuyun memaparkan bahwa penyaluran BPQ tahap pertama dilakukan melalui dua mekanisme. Pertama, dana disalurkan langsung ke sekolah penerima untuk membayar SPP semester 1 (Juli–Desember 2025). Kedua, apabila terdapat sisa pagu dari batas bantuan yang ditetapkan, maka dana tersebut ditransfer langsung kepada pemohon.
Selain itu, BPQ juga memberikan apresiasi khusus bagi santri yang telah hafal 30 juz. “Jika santri tersebut hafal 30 juz, maka akan ada tambahan transfer dana prestasi langsung ke pemohon,” tambahnya.
Program BPQ tahap kedua direncanakan akan dimulai pada Januari 2026. Berbeda dengan tahap pertama, pada tahap ini tidak lagi dilakukan verifikasi administrasi.
“Tahap dua akan fokus pada penambahan hafalan dan tes hafalan. Jadi tidak ada lagi verifikasi lanjutan seperti tahap awal,” jelas Yuyun.
Sementara itu, bagi peserta yang belum lolos pada tahap pertama, masih tersedia peluang untuk mendaftar kembali pada periode selanjutnya, yakni pertengahan tahun 2026. Namun, mereka tidak dapat mengikuti BPQ tahap kedua tahun ini. (berita lainnya; https://hsi.berbagi.id/bpq-2025-mencetak-dai-spesialis-al-quran)
Secara umum, evaluasi pelaksanaan BPQ semester pertama lebih diarahkan pada perbaikan sistem, khususnya dalam penggunaan website untuk proses pendaftaran dan verifikasi.
“Masih perlu pembiasaan, terutama dalam input data. Ini menjadi catatan kami untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Yuyun berpesan kepada para santri, orang tua, dan calon pendaftar agar lebih mempersiapkan diri sejak awal, terutama dalam menjaga kualitas hafalan.
“Kunci utama untuk mendapatkan BPQ adalah hafalan yang lancar dan mutqin. Perbanyak murojaah, karena saat tes, hafalan yang kuat akan sangat menentukan,” ungkapnya menegaskan.(sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar