P2G 2025: Nyalakan Semangat Guru untuk Cahaya Ilmu

By: hardi

Leny Hasanah- Program Peduli Guru

Mereka, para guru adalah pejuang dalam mewariskan ilmu kepada anak didiknya yang akan dan terus mengalirkan pahala jariyah, baik dalam kehidupan dunia dan akhirat. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.

Jawa Barat, hsi.berbagi.id – Setelah 14 pekan penuh perjalanan panjang, Program Peduli Guru (P2G) HSI BERBAGI tahun 2025 resmi ditutup dengan meninggalkan banyak catatan dan angka, terutama kisah haru para guru yang menjadi penerima manfaat.

Program yang berlangsung sejak dibukanya pendaftaran pada 6 Mei 2025 hingga penyaluran terakhir, pada 10 Agustus 2025 ini menarik banyak minat peserta yang mengajukan permohonan bantuan.

Sejak awal dibuka, sebanyak 173 pendaftar tercatat mengajukan diri. Namun, 15 di antaranya dinyatakan tidak tergolong dhuafa, dan 14 lainnya memilih untuk tidak mengikuti persyaratan publikasi. Dengan demikian, total 144 pengajuan resmi diproses oleh tim verifikasi, baik dari internal maupun eksternal HSI AbdullahRoy.

Dari jumlah tersebut, 40 pengajuan ditolak sebelum verifikasi lanjutan, sementara 16 lainnya gugur setelah proses verifikasi mendalam. Akhirnya, 88 guru di 18 provinsi di seluruh Indonesia menjadi penerima manfaat P2G 2025, dengan total bantuan yang tersalurkan mencapai Rp500.115.000,00.

Ketua P2G HSI BERBAGI, Haris Abu Hanif, mengungkapkan, yang paling berkesan bagi tim bukanlah sekadar angka penyaluran, melainkan bagaimana program ini menyalakan kembali semangat para guru. (baca; https://hsi.berbagi.id/berjuang-dalam-diam-inilah-kisah-para-guru-penerima-p2g-2025)

“Ada momen-momen kecil tapi bermakna. Senyum tulus seorang guru ketika merasa dihargai, testimoni yang mengatakan bahwa bantuan ini membuat mereka lebih percaya diri untuk mengajar, hingga rasa syukur yang mengalir karena ada yang benar-benar peduli pada perjuangan mereka. Itu yang membuat program ini terasa hidup,” tuturnya kepada hsi.berbagi.id di Jawa Barat, Jumat (22/8/2025).

Meski demikian, Haris tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadapi. Mulai dari keterbatasan sumber daya, ketatnya proses verifikasi, hingga harapan besar para guru yang seringkali melebihi kemampuan program.

“Koordinasi di lapangan juga tidak mudah, tapi semua itu terbayar lunas ketika melihat dampak nyata yang dirasakan para guru,” ujarnya bahagia, karena program peduli guru menuai kebaikan dan manfaat besar.

Kepada para guru yang belum sempat terbantu tahun ini, Haris menyampaikan pesan menyejukkan: “Tetaplah tegar, tetaplah mengajar. Cahaya ilmu yang bapak dan ibu nyalakan, insyaallah akan terus menerangi jalan generasi masa depan, meski tidak semua sempat kami jangkau di tahun ini,” ungkapnya meyakinkan.

Apresiasi Tulus Kepada Muhsinin

Berjalannya Program Peduli Guru HSI BERBAGI 2025 tentu saja tak lepas dari kontribusi semua pihak yang terlibat. Relawan, para pengurus, panitia program, dan terutama para muhsinin yang mendukung penuh jalannya program lewat harta dan infak yang diberikan. Untuk itu, tim HSI BERBAGI memberikan apresiasi tulus dan rasa terima kasih yang sebesarnya.

Jazaakumullahu khairan katsīran. Dukungan dan keikhlasan Anda semua telah menjadi wasilah hadirnya senyum dan semangat baru bagi para guru pejuang ilmu. Bantuan ini bukan sekadar meringankan beban mereka, tetapi juga menjadi bagian dari pahala jariyah yang terus mengalir seiring ilmu yang diajarkan kepada murid-muridnya.” 

HSI BERBAGI tentunya berharap dan mendoakan. “Semoga Allah melipatgandakan keberkahan pada harta, keluarga, dan kehidupan para muhsinin, serta menjadikannya pemberat amal kebaikan di yaumul hisab kelak,” ungkap Haris penuh rasa syukur.

Menutup program tahun ini, Haris juga menyampaikan harapan jika kelak P2G dibuka kembali.  Jangkauan yang lebih luas, pendampingan berkelanjutan, sistem seleksi yang makin tepat sasaran, hingga kolaborasi yang lebih banyak dengan berbagai pihak menjadi fokus peningkatan.

“Kami ingin P2G berikutnya bukan sekadar bantuan sesaat, tapi benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat peran guru sebagai pilar pendidikan umat,” tegasnya.

Dengan demikian, berakhir sudah rangkaian P2G 2025. Meski program ini ditutup, semangat, doa, dan harapan yang lahir darinya, insyaallah tidak akan pernah berhenti—sebagaimana ilmu yang terus diwariskan para guru, cahaya yang tak akan padam.(sbn)

Komentar (3)

  1. Abuhusna.my.id 25 Aug 2025

    Maasyaa Allaah, jazakumullahu khairan katsiran wa baarakallahufiikum…

    Semoga program ini terus berkelanjutan…

    1. hardi 27 Aug 2025

      Insyaallah, semoga Allah berikan semua kemudahannya.

    2. hardi 27 Aug 2025

      Allahuma Aamiin. Semoga Allah Azza wa jalla berikan semua kemudahannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *