Leny Hasanah- PAB

Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.
Jawa Barat, hsi.berbagi.id – Tahun 2025 kembali menorehkan jejak perjuangan HSI BERBAGI dalam mewujudkan air bersih di wilayah yang membutuhkan. Setelah berhasil menyelesaikan empat titik sebelumnya, kini dua lokasi masuk dalam rangkaian Program Air Bersih (PAB), yakni di Boyolali, Jawa Tengah dan Sukabumi, Jawa Barat.
Boyolali: Sumur Gali Tak Lagi Mencukupi
Di Yayasan Ma’hadul Qur’an, Dusun I, Desa Penggung, Boyolali, santri sudah lama mengandalkan sumur gali. Sayangnya, debit air semakin hari semakin menyusut, meski sudah berkali-kali dilakukan upaya penggalian. Atas saran ahli sumur, dibutuhkan sumur bor sebagai cadangan utama untuk memenuhi kebutuhan air santri yang kian bertambah.
Pekerjaan resmi dimulai pasca terbitnya SPK pada 7 Juli 2025, dengan pelaksana lokal. Alhamdulillah, per Ahad, 25 Agustus 2025, progress pengeboran telah mencapai kedalaman 40 meter dengan metode reaming ulang dan sistem proses pengeboran kering (suplai air dialirkan ke kolam lumpur).
Namun, kendala teknis cukup berat masih berlangsung, yakni waterloss kering pada kedalaman -20 meter. Untuk menanganinya, pelaksana berencana menggunakan air tanki 5.000 liter dengan harga Rp100 ribu per unit. Upaya mengatasi waterloss kering sejauh ini sudah menghabiskan 13 sak semen dan 5 pick-up lempung L300.
Sukabumi: Sumur Lama Tak Berfungsi Maksimal
Kendala berbeda dihadapi oleh SMA IT HSI Sukabumi di Kampung Sukamantri, Kecamatan Cikembar. Sumur bor lama di lokasi ini tak berfungsi dengan baik. Air yang keluar tak mampu memenuhi kebutuhan, seiring bertambahnya santri baru di awal tahun pembelajaran baru. Debit air terlihat kecil, mesin pompa juga sering mati. Akibatnya, santri kerap kesulitan mandi dan berwudhu, bahkan toren berkapasitas kecil butuh waktu tujuh hingga delapan jam untuk terisi penuh.
Pekerjaan pengeboran baru dimulai pada 31 Juli 2025. Lokasi yang berada di ketinggian membuat mobilisasi mesin dan material kesulitan. Kondisi tanah yang bervariasi, ditambah cuaca hujan, semakin memperlambat proses, bahkan sempat menimbulkan kerusakan alat.
Harapan Panitia
Meski penuh tantangan, panitia berharap hasil akhirnya sesuai target. “Semoga pengeboran di 2 lokasi ini menghasilkan air yang baik untuk kebutuhan harian di pondok, mengingat besarnya kendala yang dialami pelaksana di lapangan,” kata Dewi Suryani, Sekretaris Program Air Bersih HSI BERBAGI kepada hsi.berbagi.id di Tangerang, Jawa Barat, Rabu (27/8/2025).
Kilas Balik 2024–2025: Empat Titik Terealisasi
Sebelumnya, HSI BERBAGI telah menuntaskan empat proyek sumur bor di berbagai wilayah:
- Kampar, Riau (4 November 2024)
Debit air tidak menentu di tanah gambut, alat sempat terhenti, hingga mata bor patah. Namun, akhirnya air ditemukan di kedalaman 70 meter. Anggaran: Rp67,9 juta. - Banyu Urip, Lombok Barat (4 Maret 2025)
Masyarakat turut serta menjaga lokasi dan memberi makan para pekerja. Anggaran: Rp69,7 juta. - Mataram, NTB (23 Maret 2025, serah terima 12 Mei 2025)
Sumur bor sedalam 65,25 meter di Ponpes Abu Hurairah memenuhi kebutuhan lebih dari 3000 santri dan warga sekitar. Anggaran: Rp75,66 juta. - Pandeglang, Banten (7 Mei 2025)
Sumur bor di Ma’had Ilmi HSI AbdullahRoy menjadi sumber utama bagi para penuntut ilmu. Anggaran: Rp81,7 jutaan.
Enam Titik, Ribuan Penerima Manfaat
Dengan tambahan Boyolali dan Sukabumi, total ada enam titik program air bersih yang telah berjalan sejak 2024. Setiap tetes air yang mengalir bukan hanya melepas dahaga, tetapi juga menjadi amal jariyah bagi para donatur yang telah menitipkan hartanya di jalan Allah.
“Setiap sumur punya cerita tantangan sendiri. Tapi alhamdulillah, dengan doa dan dukungan para muhsinin, semua bisa teratasi. Semoga pahala terus mengalir dari setiap tetes air yang dimanfaatkan,” tutup Dewi mendoakan yang terbaik.(sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar