Bantu Saudara Kita yang Terdampak Bencana
Rp 19.876.378
terkumpul dari Rp 500.000.000
Mari Hadirkan Kepedulian di Tengah Bencana yang Melanda Tanah Air
Bencana dapat datang dalam bentuk yang berbeda dan di tempat yang berjauhan.
Di satu wilayah, masyarakat sedang memulihkan tempat tinggal setelah gempa.
Di wilayah lain, petugas masih berjibaku menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Sementara aktivitas gunung api, banjir, kekeringan, dan berbagai bencana lainnya membuat sebagian saudara kita harus menjalani hari dengan kebutuhan yang tidak lagi sama seperti biasanya.
Saat keadaan berubah dalam hitungan jam, pertolongan perlu hadir mengikuti kebutuhan yang paling mendesak.
Di Berbagai Wilayah, Penanganan Bencana Masih Berlangsung
Pada Flores, Nusa Tenggara Timur, proses pemulihan setelah gempa M7,7 masih berlangsung. Hingga 7 September 2026, BNPB mencatat 51.591 rumah telah melalui proses verifikasi dari 102.384 data awal rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak. Ribuan rumah teridentifikasi mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.
Di Selat Sunda, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). BNPB melaporkan bahwa meskipun fase erupsi menerus telah berakhir, aktivitas erupsi Strombolian masih tercatat dan potensi letusan masih terus dipantau.
Di sejumlah wilayah lainnya, kebakaran hutan dan lahan masih membutuhkan penanganan. Hingga 13 September, BNPB mencatat kejadian karhutla antara lain di Jawa Timur dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Di Bulungan, sekitar 30 hektare lahan dilaporkan terdampak dan tim gabungan masih melakukan pemantauan serta pembasahan untuk mencegah api kembali menyala.
Banjir pun masih menjadi bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi. Di Deli Serdang, Sumatera Utara, banjir sebelumnya berdampak pada 165 kepala keluarga atau 733 jiwa serta sekitar 165 rumah.
Dan memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah Indonesia juga menghadapi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan. BNPB mencatat bahwa hingga 7 September 2026 telah terjadi 1.730 kejadian bencana di Indonesia, dengan kejadian didominasi bencana hidrometeorologi seperti karhutla, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, dan kekeringan.
Bencana berbeda. Lokasinya berbeda. Dan kebutuhan masyarakat terdampak pun tidak selalu sama.
Namun di balik setiap kabar bencana, ada kebutuhan dasar yang harus tetap terpenuhi: air untuk diminum, makanan untuk keluarga, tempat yang lebih aman untuk berlindung, obat-obatan untuk menjaga kesehatan, dan dukungan agar kehidupan perlahan dapat kembali berjalan.
Kepedulian Anda Meringankan Beban Mereka
Jarak mungkin memisahkan kita dari lokasi bencana.
Kita mungkin tidak berada di sana ketika gempa mengguncang, ketika air memasuki rumah, ketika sumber air mulai mengering, atau ketika api menjalar di lahan yang kering.
Namun melalui amanah yang dititipkan, kita dapat ikut mengambil bagian dalam ikhtiar meringankan kebutuhan saudara-saudara kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari Kiamat.” (HR. Muslim)
Bencana Berbeda, Kebutuhan Pun Tidak Selalu Sama
Setiap bencana memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda.
Karena itu, bantuan tidak ditentukan hanya berdasarkan jenis bencananya, tetapi disiapkan berdasarkan asesmen kondisi di lapangan, tingkat urgensi, akses lokasi, jumlah masyarakat terdampak, serta kebutuhan yang paling mendesak.
Amanah para muhsinin dapat digunakan untuk mendukung antara lain:
- ⚠️ Kebutuhan Pokok : Beras, makanan siap santap, air minum, serta kebutuhan dasar keluarga terdampak.
- ⚠️ Tempat Berlindung : Tenda, terpal, alas tidur, selimut, dan kebutuhan pengungsian.
- ⚠️ Air Bersih dan Sanitasi : Distribusi air menggunakan tangki, penyediaan tandon, pipanisasi, serta sarana sanitasi darurat.
- ⚠️ Bantuan Kesehatan : Masker, hygiene kit, obat-obatan sesuai kebutuhan, serta dukungan layanan kesehatan.
- ⚠️ Pembangunan Masjid Darurat : Dukungan pembangunan atau penyediaan sarana ibadah sementara sesuai kondisi dan kebutuhan di lokasi.
- ⚠️ Dukungan Respons Lapangan : Mobilisasi relawan, transportasi logistik, komunikasi, penerangan, peralatan distribusi, serta kebutuhan operasional respons bencana.

Bentuk dan lokasi bantuan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi serta kebutuhan paling mendesak berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Dengan mekanisme ini, amanah tidak sekadar disalurkan—tetapi diupayakan agar hadir pada kebutuhan yang benar-benar diperlukan.
Dari Amanah Para Muhsinin Menjadi Bantuan yang Tepat Sasaran
- 1️⃣ Menghimpun Informasi
Tim mempelajari informasi dari sumber resmi serta berkoordinasi untuk memperoleh gambaran kondisi masyarakat terdampak. Data awal membantu menentukan apakah suatu wilayah memerlukan asesmen dan respons lanjutan.
- 2️⃣ Melakukan Asesmen dan Menentukan Prioritas
Kebutuhan dipetakan berdasarkan kondisi lapangan. Tim mempertimbangkan antara lain: tingkat urgensi, jumlah masyarakat terdampak, akses menuju lokasi, ketersediaan bantuan, serta kemampuan pelaksanaan program.
- 3️⃣ Menyiapkan dan Menyalurkan Bantuan
Setelah kebutuhan prioritas ditentukan, tim dan mitra lapangan menyiapkan bantuan yang relevan. Distribusi dilakukan dengan memperhatikan ketepatan sasaran, keamanan, efektivitas penyaluran, serta martabat masyarakat penerima manfaat.
- 4️⃣ Menyampaikan Laporan
Dokumentasi kegiatan serta perkembangan penyaluran disampaikan melalui kanal resmi LAZ HSI Berbagi sebagai bagian dari pertanggungjawaban amanah kepada para muhsinin.

Satu Program untuk Berbagai Respons Bencana
Kita tidak pernah mengetahui di daerah mana bencana berikutnya akan terjadi.
Hari ini mungkin diperlukan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.
Di tempat lain, kebutuhan mendesaknya mungkin berupa air bersih akibat kekeringan, masker akibat paparan asap dan abu, logistik untuk keluarga terdampak banjir, atau perlengkapan bagi warga yang harus mengungsi.
Karena itu, kontribusi melalui halaman ini dihimpun dalam: PROGRAM TANGGAP BENCANA LAZ HSI BERBAGI.
Dana dapat dialokasikan pada lokasi dan kebutuhan yang paling memerlukan dukungan, berdasarkan hasil asesmen, tingkat kedaruratan, skala prioritas program, serta perkembangan kondisi di lapangan.
Dengan demikian, ketika kebutuhan berubah, respons pun dapat menyesuaikan.
Hari Ini Mereka Membutuhkan Kita untuk Hadir dan Peduli
Ketika kehidupan sebagian dari kita masih berjalan seperti biasa, di tempat lain ada keluarga yang sedang merapikan kembali rumah setelah gempa.
Ada petugas dan relawan yang masih berupaya menghadapi kebakaran.
Ada masyarakat yang hidup dalam kewaspadaan terhadap aktivitas gunung api.
Dan ada keluarga yang harus mencari air bersih, tempat berlindung, makanan, atau kebutuhan dasar lainnya setelah bencana datang.
Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh kesulitan mereka. Namun, kita dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Hari ini, kita dapat mengubah kepedulian menjadi bantuan yang benar-benar dibutuhkan.
Mari titipkan ikhtiar terbaik melalui Program Tanggap Bencana LAZ HSI Berbagi.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga saudara-saudara kita yang terdampak bencana, memberikan keselamatan dan kekuatan, serta menerima setiap kebaikan para muhsinin sebagai amal shalih.


