Alirkan Air, Mendulang Pahala Jariyah
Rp 1.275.000
terkumpul dari Rp 840.000.000
Bersama LAZ HSI BERBAGI,
alirkan pahalamu hingga akhir.
Dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ « الْمَاءُ ». قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لأُمِّ سَعْدٍ
“Wahai Rasulullah ﷺ, bahwasanya Ummu Sa’ad (ibundaku) meninggal dunia.
Sedekah apakah yang afdhal untuknya?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Sedekah air.”
Lantas Sa’ad pun menggali sumur untuk ibunya, lalu ia mengatakan, “Ini sumur untuk Ummu Sa’ad (ibundaku).” (HR. Abu Daud, No. 1681. Dihasankan Syaikh Al-Albani)
Kebutuhan Dasar, Pintu Amal Jariyah
Dalam keseharian, terkadang kita begitu mudah menyalakan keran air tanpa berpikir panjang. Air jernih mengalir deras, seakan tidak ada habisnya. Namun, di banyak pelosok negeri, ceritanya berbeda. Ada anak-anak yang harus berjalan kiloan meter hanya untuk menimba beberapa liter air. Ada santri yang antre panjang setiap pagi, hanya untuk sekadar berwudhu. Dan, ada pula keluarga yang menggantungkan hidup pada air tadah hujan, yang segera kering saat kemarau menghampiri.
“Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga membeli air menggunakan tangki atau berjalan sejauh 700 meter ke sumber air terdekat,” itulah cerita Relawan Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI, Dovit Agususilo, mengenang pengalaman timnya saat mengerjakan proyek pipanisasi air bersih Huntap Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, awal Januari 2025 lalu.
Betapa air menjadi begitu penting dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia . Di titik ini, sabda Rasulullah ﷺ tentang sedekah air pun menemukan maknanya. Air bukan hanya kebutuhan fisik, melainkan juga pintu kebaikan yang pahalanya akan terus mengalir hingga akhir.
Membuka Jalan Bagi Donatur
Adalah Program Air Bersih (PAB) LAZ HSI BERBAGI, hadir sebagai ikhtiar kolektif, sekaligus menjadi jawaban dan membuka jalan bagi para donatur untuk meraih amal jariyah yang tidak terputus.
Program Air Bersih (PAB) LAZ HSI BERBAGI sendiri lahir dari dua pertimbangan utama. Pertama, banyaknya donatur (muhsinin) yang ingin memiliki amal jariyah dengan manfaat luas. Kedua, hasil evaluasi yang menunjukkan penyediaan air bersih memiliki manfaat besar dan tepat guna, serta menjangkau lebih banyak orang, terutama kaum muslimin.
Tantangan dan Biaya yang Diperlukan
Program Air Bersih LAZ HSI BERBAGI memiliki tantangan terbesar pada minimnya data geologi dan geografis. Air tanah tidak selalu tampak di permukaan, sementara regulasi pemerintah mewajibkan pengeboran minimal 25 meter agar tidak mengganggu air permukaan masyarakat.
“Karena itu, kami sangat hati-hati memilih pelaksana pengeboran. Screening dilakukan dengan ketat, bahkan sejak proses seleksi. Alhamdulillah, sejauh ini kami dimudahkan untuk mendapatkan tenaga yang kompeten,” ujar Ketua Program Novantio.
Sejak 2024 hingga 2025, LAZ HSI BERBAGI telah berhasil membangun sejumlah titik sumur bor, di antaranya:
1.Dusun Tanjungrambutan, Kabupaten Kampar, Riau.
2.Desa Banyuurip, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
3.Desa Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.
4.Mahad Ilmi HSI AbdullahRoy, Pandeglang, Banten.
5.Ponpes Abu Hurairah, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
6.SMA IT HSI, Sukabumi, Jawa Barat.
7.Yayasan Ma’hadul Qur’an, Boyolali, Jawa Tengah.
_1770298277.jpeg)
Setiap lokasi pengeboran dipilih dengan penuh kehati-hatian agar manfaatnya nyata. Di Sukabumi, menelan biaya lebih dari Rp100 juta. Kedalaman sumur mencapai 90 meter, kapasitas tandon diperbesar hingga 10.200 liter, dan jalur distribusi air dibentangkan cukup jauh. Hasilnya, bukan hanya untuk kebutuhan SMA IT HSI, tetapi juga warga sekitar dapat merasakan manfaatnya.
Dampak Nyata Dirasakan
Hadirnya Program Air Bersih LAZ HSI BERBAGI benar-benar terasa manfaatnya. Di Kampar, Riau, seorang warga bernama Bakri menggambarkan perasaan warga desanya setelah mendapatkan akses air bersih.
“Dulu kami harus antre lama atau membeli air untuk kebutuhan harian. Sekarang, alhamdulillah, sumur ini benar-benar membantu. Anak-anak bisa mandi dengan tenang, ibu-ibu bisa masak tanpa khawatir kehabisan air. Terima kasih kepada para donatur yang sudah peduli. Semoga program ini terus berlanjut ke desa-desa lain,” ujarnya semringah.
Insyaallah, atas dukungan Anda dari setiap sumur yang digali, lahir harapan baru: santri bisa lebih tenang belajar, keluarga tak lagi resah mencari air, dan masyarakat kembali merasakan nikmatnya mendapatkan akses air bersih. Jadikan ikhtiar kecil ini terus bertumbuh menjadi gelombang kebaikan yang lebih luas, dan setiap tetes air yang mengalir menjadi saksi amal jariyah para donatur hingga hari akhir.

