Menjadi Pelopor dan Penjaga Estafet Dakwah
Rp 320.700
terkumpul dari Rp 500.000.000
Minimnya para da’i yang menetap dan membersamai umat dalam jangka panjang, menjadi bukti dan menyadarkan kita bahwa dakwah tidak cukup dilakukan secara insidental. Namun, membutuhkan kehadiran, ketekunan, dan kesinambungan.

Kafilah Dakwah Hadir untuk Umat
Kafilah Dakwah LAZNAS HSI BERBAGI adalah sebuah program yang dirancang sebagai upaya menghadirkan para da’i dan dakwah sunnah yang terarah, terukur, dan jangka panjang melalui pengiriman da’i ke daerah-daerah terpencil yang belum memiliki atau masih minimnya da’i di pelosok negeri.
Da’i yang ditugaskan tidak hanya berperan sebagai pengisi kajian. Juga menjadi bagian dari masyarakat; membangun kedekatan, menjaga kondisi umat, menjalin ukhuwah, serta menyiapkan kader dakwah masyarakat lokal, berharap dakwah tidak berhenti pada satu generasi.
Alhamdulillah, pengumuman Program Kafilah Dakwah telah disebarkan sejak akhir November 2025 melalui grup diskusi HSI AbdullahRoy. Hingga 13 Desember 2025, tercatat 20 pendaftar dari berbagai daerah, di antaranya Aceh, Riau, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua.
Seleksi dan Penempatan
Program Kafilah Dakwah menyasar da’i internal dari santri aktif HSI AbdullahRoy dan alumni penerima bantuan LAZNAS HSI BERBAGI, serta pendaftar eksternal yang mendapatkan rekomendasi dari Pembina LAZNAS HSI BERBAGI, Ketua Yayasan, Asatidzah Ahlussunnah, atau dari lembaga sunnah lainnya.
Peserta yang lolos seleksi wajib menjalani masa tugas dua tahun. Menyusun program dakwah, melakukan pemetaan wilayah, menyampaikan laporan rutin, serta melakukan kaderisasi da’i dari masyarakat setempat.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan apresiasi, para da’i mendapatkan mukafa’ah sesuai UMR atau had kifayah daerah, jaminan kesehatan, tiket perjalanan, hingga insentif purna tugas.
Cerita dari Papua
Abu Faiz, seorang da’i yang telah menetap di Jayapura sejak 2021 selama berbulan-bulan menempuh perjalanan hingga 90–100 kilometer untuk mengisi kajian di kawasan transmigrasi. Diikuti puluhan jamaah, mayoritas petani, dengan jumlah yang kerap naik turun.
“Kalau hujan deras, kadang terpaksa libur. Kalau gerimis, pakai mantel,” ujarnya menceritakan.
Risiko perjalanan malam hari, termasuk ancaman begal, menjadi bagian dari keseharian. Namun, ada satu pengalaman yang membekas baginya hingga kini, yakni seorang dukun yang akhirnya meninggalkan praktik lama, setelah mengenal akidah dan jalan yang lurus.
”Alhamdulillah, Allah memberikan dia hidayah. Itu yang membuat saya tambah semangat untuk mengisi kajian,” ungkapnya senang.
Abu Faiz berharap tetap bisa melanjutkan dakwah di Papua. Selain kajian rutin, dirinya juga tengah merintis pondok tahfizh putra dan putri dengan sistem biaya semampunya. Saat ini, tercatat 24 santri telah bergabung. Baginya, dakwah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi menjaga kesinambungan pembinaan umat.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
“Barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim, no. 1.017)
Bersama Anda Kafilah Dakwah LAZNAS HSI BERBAGI menjadi ikhtiar nyata menjaga semangat dakwah yang bersumber pada Al-Qur’an dan sunnah di wilayah-wilayah yang selama ini luput dari pendampingan berkelanjutan. Ia bukan sekadar pengiriman da’i, tetapi upaya menyambung estafet dakwah agar tidak terputus di tengah jalan.
Dukungan zakat Anda menjaga keberlangsungan program ini. Karena, dakwah bukan hanya tentang siapa yang memulai, tetapi siapa yang menjaga agar cahaya itu tetap menyala, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

