Ramadhan Menjadi Saksi Kebaikan Anda
Rp 5.245.000
terkumpul dari Rp 312.500.000
Ramadhan 1447 Hijriyah menjadi saksi nyata bahwa kebaikan yang Anda berikan tidak berhenti pada niat. Ia berjalan, menempuh jarak, lalu sampai ke tujuan.
Dari Mamuju di Sulawesi Barat…
melintasi Pulau Jawa…
hingga Kepulauan Mentawai di Sumatra Barat…
Di sana, saat langit mulai berpendar dan azan Maghrib berkumandang, makanan santapan berbuka seharga Rp20.000/paket itu tersaji di hadapan mereka. Disambut tangan-tangan yang menengadah syukur. Dinikmati dengan hati yang lapang. Ada rasa senang, diiringi senyum sederhana, tetapi maknanya begitu dalam.
Paket BIRR Penuh Manfaat

Berbagi Ifthar Ramadhan (BIRR) dalam Program Ramadhan LAZ HSI BERBAGI bukan sebatas takjil pengganjal lapar. Ia adalah hidangan berbuka lengkap, nasi dan lauk pauk, yang disiapkan dengan layak, penuh perhatian, dengan amanah.
Ia dihidangkan dalam kebersamaan. Di masjid-masjid dan tempat yang ditentukan. Didahului dengan kajian, dengan nasihat, dengan ilmu. Sebelum suapan pertama, ada dzikir. Ada doa. Ada penguatan iman. Karena berbuka bukan tentang makan saja, tetapi momen ungkapan rasa syukur yang dipanjatkan.
Program BIRR LAZ HSI BERBAGI menyasar kaum muslimin secara umum. Untuk mereka yang berpuasa dengan kesungguhan, para dhuafa, fakir miskin, dan saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. Karena lapar tidak selalu terlihat, dan kebutuhan tidak selalu terucap.
Jejak Kebaikan yang Nyata
Alhamdulillah, Ramadhan 1446 Hijriyah lalu, 10.637 jiwa merasakan kebahagiaan berbuka.
Amanah sebesar Rp193.690.000 dari para muhsinin juga sudah disalurkan. Dengan 48 mitra/ lembaga tepercaya bergerak di seluruh wilayah Indonesia.
Setiap angka adalah cerita.
Setiap paket adalah doa yang terangkat sebelum suapan pertama.
Lihatlah kebahagiaan yang mereka rasakan, itulah buah dari amanah Anda, wahai muhsinin yang menderma.
”Semoga paket ifthar dari para muhsinin menjadi pahala yang berlipat ganda. Jazaakumullahu khairan.” (Mamuju)
“Terima kasih, doa dan harapan kami semoga para donatur selalu diberikan kesehatan dan keberkahan rezeki. Warga sangat terbantu dan kami merasakan manfaatnya dalam mengembangkan dakwah.” (Kepulauan Mentawai)
Doa-doa itu mungkin terdengar pelan,
tetapi ia melesat tinggi.
Kelak, saat kita telah berada di akhir kehidupan yang berbeda, bukan harta yang kita cari, tetapi amal yang pernah kita beri.
Barangkali satu hidangan berbuka yang kita titipkan hari ini, menjadi satu amal yang paling kita syukuri di hari itu. Maka, bergegaslah, simpan pahala Ramadhanmu selagi ada kesempatan.

