
Pasca Gempa NTT: Saat Rumah Tak Bisa Lagi Dihuni, Tenda Menjadi Pelindung
Leny Hasanah- Tanggap Bencana

HSI BERBAGI mendirikan 10 unit tenda shelter bantu warga penyintas NTT yang membutuhkan tempat tingggal sementara, karena rumah yang mereka tempat rusak berat setelah diguncang gempa. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.
Manggarai Timur, news.berbagi.id – HSI BERBAGI mengirimkan bantuan 10 unit tenda shelter untuk penyintas gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenda yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak penyintas dengan kondisi rumah rusak berat yang belum dapat ditempati.
Setiap tenda dapat digunakan sekitar 10 orang. Bantuan ini menjadi bagian dari respons HSI BERBAGI terhadap kondisi penyintas yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara setelah gempa.
Koordinator Lapangan Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI, Denny Kristanto, mengatakan, kondisi penyintas saat ini mulai berbeda dibandingkan masa awal setelah gempa. Sebagian warga telah kembali ke rumah yang masih berdiri, sementara warga dengan rumah rusak memilih bertahan di sekitar rumah dengan membuat tenda atau tempat tinggal sementara.
“Warga yang rumahnya masih berdiri atau masih utuh ya dia kembali ke rumah. Tapi masih ada ketakutan atau trauma untuk tidur di dalam rumah karena masih ada gempa susulan,” ujar Denny kepada https://news.berbagi.id di Manggarai Timur, Jumat (02/10/2026).
Saat ini sebagian besar warga juga sudah tidak berada di lokasi pengungsian di perbukitan. Namun, masih terdapat warga yang bertahan di tenda pengungsian, seperti yang ditemukan tim saat melakukan asesmen di Kampung Bajo, Desa Tado, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
47 KK Masih Bertahan di Tenda Pengungsian
Pada Senin, 28 September 2026, tim melakukan asesmen di Kampung Bekek dan Kampung Bajo. Di Kampung Bekek, tim meninjau kondisi Masjid Al-Fajar yang direncanakan dibangun oleh Markaz Bersama As-Sunnah (MBA).
Sementara di Kampung Bajo, tim menemukan sekitar 47 kepala keluarga masih bertahan di tenda pengungsian. Pada kesempatan tersebut, HSI BERBAGI menyalurkan 200 kilogram beras, masing-masing dalam kemasan 5 kilogram.
Temuan di Kampung Bajo menjadi salah satu gambaran kondisi penyintas yang masih memerlukan dukungan tempat tinggal sementara. Meskipun sebagian warga telah kembali ke rumah.
Warga Butuh Mushola di Tengah Rumah yang Rusak

Kebutuhan fasilitas ibadah juga ditemukan saat tim melakukan asesmen di Nangarema, Kelurahan Nangabaras, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, Sabtu (26/9/2026).
Sejumlah rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat gempa. Warga yang terdampak saat ini melaksanakan salat di rumah masing-masing. Tim kemudian mengidentifikasi kebutuhan mushola darurat serta akses listrik yang dapat digunakan untuk mengumandangkan azan.
Pada hari yang sama, tim melanjutkan kegiatan ke Kampung Kas, Kelurahan Nangabaras. Selain melakukan kajian untuk muslimah, tim menyalurkan 40 paket pangan kepada 40 kepala keluarga. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, lima butir telur, lima bungkus mi instan, dan satu liter minyak goreng.
Total bantuan yang disalurkan di Kampung Kas mencapai 200 kilogram beras, 200 butir telur, 200 bungkus mi instan, dan 40 liter minyak goreng.
Sehari setelahnya, Ahad (27/9/2026), tim kembali melakukan asesmen di Nangarema untuk memperbarui informasi kebutuhan warga. Tim juga bergotong royong bersama santri Rumah Quran Nashrul Haq dan masyarakat Kampung Solo Kuwa untuk membangun kelas ikhwan.
Bantuan Pangan dan Kajian di Pota

Kegiatan di Kampung Solo Kuwa, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, telah dimulai sehari sebelumnya, Jumat (25/9/2026).
Selain melakukan kegiatan dakwah sosial bersama Ustadz Bukhoro dan kaum muslimah, tim menyalurkan 40 paket pangan kepada 40 kepala keluarga. Bantuan tersebut terdiri dari 200 kilogram beras, 200 butir telur, 200 bungkus mi instan, dan 40 liter minyak goreng.
Kajian muslimah tersebut menjadi kegiatan khusus perempuan yang pertama dilaksanakan di wilayah Pota dan diisi dengan kegiatan belajar agama sekaligus silaturahmi.
Angkut Air Jarak Satu Kilometer

Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI mengirimkan bantuan pangan keberapa wilayah yang terdampak gempa langsung.
Pada Selasa (29/9/2026), tim bergerak ke Kampung Rondon, Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur. Lokasi ini didatangi setelah tim memperoleh informasi bahwa wilayah tersebut belum menerima bantuan dan memiliki akses yang sulit.
Perjalanan menuju Rondon melewati kawasan pegunungan dengan kondisi jalan yang didominasi batu sehingga membutuhkan kendaraan yang sesuai. Dalam asesmen tersebut, tim menemukan mushola yang mengalami kerusakan akibat gempa. Warga kemudian membangun musholla darurat secara gotong royong menggunakan kayu yang tersedia di sekitar permukiman.
Kebutuhan lain ditemukan pada akses air bersih. Sumber air berada sekitar satu kilometer dari permukiman, sehingga warga harus berjalan kaki sambil membawa jeriken untuk memenuhi kebutuhan air.
Di Rondon, HSI BERBAGI menyalurkan 200 kilogram beras, 360 butir telur, 36 liter minyak goreng, 160 bungkus mi instan, 15 kilogram gula, serta pembalut.
Respons Berlanjut Sesuai Hasil Asesmen
Selain distribusi logistik, hasil asesmen lapangan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut tim dalam giat yang dilakukan di sejumlah lokasi. HSI BERBAGI juga menyiapkan bantuan untuk kebutuhan pendidikan berupa tas sekolah bagi anak-anak TPQ dan pelajar. Adapun untuk bantuan mukena masih dalam proses pengiriman.
Untuk kebutuhan air bersih, pipanisasi juga masuk dalam rencana tindak lanjut. Sementara pada sektor hunian, pembangunan dua rumah dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Satu rumah telah selesai, sedangkan satu lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Rangkaian kegiatan pada 25–29 September 2026 menunjukkan bahwa respons HSI BERBAGI tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pangan, tetapi juga asesmen kondisi hunian, fasilitas ibadah, akses air, dan pendidikan. Hasil asesmen lapangan menjadi langkah penting dalam menentukan bantuan yang akan diberikan pada tahap berikutnya sesuai kebutuhan warga penyintas. (sbn)
Ingin membaca berita selengkapnya?
Baca Lebih Lanjut