
Workshop LAZ HSI BERBAGI: Perkuat SDM, Percepat Gerak, Perluas Manfaat
Leny Hasanah- Program Yayasan

LAZ HSI BERBAGI menggelar workshop mengangkat tema “Sinergi SDM Unggul dan Strategi Akselerasi untuk Capaian Target Yayasan” menghadirkan Coach Wahyu Novyan, S.Sos., ICP-ACC sebagai pemateri. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.
Solo, news.berbagi.id – Kemampuan teknis bukan satu-satunya kompetensi yang dibutuhkan Amil LAZNAS HSI BERBAGI. Kemampuan berpikir strategis, problem solving, komunikasi dan kolaborasi, adaptasi terhadap perubahan, serta memahami amanah dalam mengelola dana umat menjadi kompetensi yang ditekankan dalam penguatan SDM.
Penguatan kompetensi tersebut dibahas dalam workshop yang digelar di Back Office Solo, Jumat–Sabtu, 25–26 September 2026. Workshop mengangkat tema “Sinergi SDM Unggul dan Strategi Akselerasi untuk Capaian Target Yayasan” dengan menghadirkan Coach Wahyu Novyan, S.Sos., ICP-ACC., Founder BISA (Build Indonesia Safety and Adaptive), sebagai pemateri.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti 19 peserta secara offline di Solo. Materi yang diberikan mencakup manajemen filantropi, fundraising, komunikasi dan public speaking, perancangan program kemanusiaan, serta penyusunan strategi operasional lembaga.
Direktur LAZNAS HSI BERBAGI, Qodri Abu Hamzah, mengatakan, penguatan SDM diarahkan agar tim memiliki pemahaman yang sama terhadap arah lembaga serta mampu menjalankan tanggung jawab dan bekerja sama dengan lebih baik.
“Tentunya menjadi harapan kami, tim LAZ HSI BERBAGI punya rasa memiliki terhadap lembaga, berani mengambil tanggung jawab, mampu menyelesaikan masalah, lebih terbuka terhadap evaluasi dan ide serta semakin kuat kolaborasinya antar-divisi,” jelasnya kepada https://news.berbagi.id di Solo, Rabu (30/9/2026).
Qodri mengatakan, tujuan tersebut berkaitan dengan upaya lembaga untuk berjalan bersama dalam mencapai hasil dan memberikan dampak bagi umat. “Karena tujuan kita adalah ‘berjalan bersama mencapai hasil dan memberikan dampak yang baik bagi umat sesuai syariat, regulasi dan aman NKRI’,” imbuhnya.
Dari Workshop Menjadi Rencana Kerja

Direktur LAZ HSI BERBAGI Qodri Abu Hamzah berharap dalam workshop ini menjadi forum diskusi untuk saling menguatkan, serta membangun komunikasi yang baik lintas divisi dalam pencapaian program yang dijalankan untuk menjangkau manfaat yang luas.
Workshop tersebut juga diarahkan untuk menyamakan pemahaman tim terhadap arah lembaga. Setelah mengikuti kegiatan, Qodri menyampaikan agar tim dapat berkomunikasi dengan baik dalam ruang lingkup internal maupun eksternal.
Selain itu, strategi yang diperoleh dari workshop diharapkan dapat dijadikan rencana kerja yang konkret, membantu tim menentukan prioritas dengan lebih baik, serta membangun pola kolaborasi yang lebih efektif.
“Hasil workshop bisa diaplikasikan oleh individu baik secara personal atau pun di divisinya,” jelasnya.
Ia juga menekankan wawasan yang diperoleh tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat diterapkan untuk memperbaiki proses kerja, memperjelas pembagian tanggung jawab, memperkuat koordinasi lintas divisi, serta menyusun target dan indikator untuk evaluasi. (baca juga; https://news.berbagi.id/training-batch2-hsi-berbagi-bangun-energi-besar-dunia-filantropi)
“Juga harapannya insight yang diperoleh tidak ingin hanya menjadi catatan saja, tapi menjadi perbaikan proses kerja, pembagian tanggung jawab yang lebih jelas, penguatan koordinasi lintas divisi, penyusunan target dan indikator untuk evaluasi,” ungkap Qodri.
Mengukur Hasil Penguatan SDM

Penerapan hasil penguatan SDM dan strategi akan dilihat melalui sejumlah perubahan dalam pekerjaan tim. Qodri menyebut, diantaranya; koordinasi dan komunikasi yang semakin baik, target yang semakin jelas dan terukur, penyelesaian masalah yang lebih cepat, serta pemahaman masing-masing amil terhadap peran dan tanggung jawabnya.
Program yang dijalankan juga diharapkan semakin tepat sasaran dan memberikan dampak yang terukur. “Ketika koordinasi dan komunikasi semakin baik, target semakin jelas dan terukur, masalah dapat diselesaikan lebih cepat, masing-masing amil memahami peran dan tanggung jawabnya, serta program yang dijalankan semakin tepat sasaran, memberikan dampak yang terukur,” jelasnya.
Menurut Qodri, terdapat satu indikator lain yang menjadi perhatian, yaitu tumbuhnya budaya belajar dan memperbaiki diri dari dalam tim.
“Dan yang paling penting, ketika budaya untuk terus belajar dan memperbaiki diri sudah tumbuh dari dalam tim tanpa harus selalu menunggu instruksi,” tuturnya.
Siapkan Tiga Agenda

Tim LAZ HSI BERBAGI menjadikan workshop sebagai momentum menyiapkan rencana kerja yang konkret, menentukan prioritas, serta membangun pola kolaborasi yang lebih efektif.
Selain membahas penguatan SDM dan strategi kerja, workshop juga membahas tiga fokus program yang perlu dipersiapkan oleh LAZNAS HSI BERBAGI, yakni Megathrust Issue, Ramadhan 1448 Hijriyah, dan Qurban 1448 Hijriyah.
Qodri mengatakan persiapan untuk ketiga agenda tersebut perlu dilakukan sejak sekarang, agar target penghimpunan dan penyaluran dapat lebih luas dan lebih terarah. Sekaligus memudahkan monitoring dan kendala sebelum kegiatan berlangsung.
“Kita harus mempersiapkan dari sekarang dalam menjalankan program ini. Agar target penghimpunan, penyaluran lebih luas, lebih terarah dan mudah menyelesaikan masalah yang dihadapi,” jelasnya.
Di akhir pesannya, Qodri mengingatkan seluruh tim bahwa apa pun yang dilakukan di HSI BERBAGI merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kemampuan terbaik.
“Kita semua berada di HSI BERBAGI membawa amanah. Karena itu, ayo kita terus belajar, saling menguatkan, berkomunikasi dengan baik menerima dan terbuka terhadap evaluasi. Serta berikan kemampuan terbaik yang kita miliki. Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi bagian dari amal yang Allah terima dan memberikan manfaat yang luas bagi umat,” tandasnya meyakinkan. (sbn)
Ingin membaca berita selengkapnya?
Baca Lebih Lanjut