
Kali Jaga: Menyisir Sungai Cikembar yang Tercemar
Teks dan Foto; Subhan Abu Mayla

Sukabumi, news.berbagi.id– Sungai di wilayah Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat mengalami pencemaran sampah di beberapa titik. Sampah yang ditemukan umumnya berupa plastik sekali pakai, styrofoam, kemasan makanan, hingga limbah rumah tangga yang terbawa arus atau dibuang langsung ke sungai.
Minimnya kesadaran dan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta eksosistem, khususnya di aliran sungai. Membuat sejumlah warga masih saja membuang sampah ke sungai. Kebiasaan itu, tentu saja menimbulkan penumpukan sampah yang mengganggu kebersihan lingkungan, mencemari air, serta meningkatkan risiko banjir, terutama saat musim hujan.
Melihat kondisi tersebut, Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI berinisiatif melakukan giat bersih sungai bertajuk ‘KALI JAGA JAGA BUANA.’ Berkolaborasi dengan SMA HSI Boarding School Cikembar, Batalyon 310, Pramuka Peduli, Mahasiswa KKN STDI Jember, serta melibatkan unsur pemerintah daerah, dalam hal ini Kecamatan Cikembar yang mendukung penuh aksi sosial dan mitigasi bencana yang dilakukan.
Selama dua hari, 18-19 Juli 2026 giat menyisir sampah dari sungai dan penanaman 200 pohon Jenitri (Elaeocarpus ganitrus) di batas wilayah SMA HSI Boarding School dan Batalyon 310 Cikembar yang terdampak longsor. Menjadi momen yang memompa semangat kepedulian dan gotong royong dalam menjaga kelestarian ekosistem, serta ancaman bencana yang kerap terjadi akibat rusaknya lingkungan akibat tangan manusia.

Sebelum giat dilaksanakan, Ahad 18 Juli 2026 briefing lapangan dilakukan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan optimal dan sesuai rencana yang di agendakan. Arahan diberikan kepada seluruh peserta dan memastikan kesiapan yang dilakukan. Komandan Kompi Markas (Dankima) Yonif 310/Kidang Kencana Cikembar, Kapten TNI Pipik memimpin langsung dan memberikan arahan pentingnya mengutamakan keselamatan dalam giat susur sungai dan aksi reboisasi di lokasi yang disinyalir menimbulkan guguran tanah (longsor) saat penanaman pohon.

Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI menurunkan 10 relawannya dalam giat kali ini, sinergi dengan 14 Mahasiwa KKN STDI Jember, dan puluhan santri SMA HSI Boarding School bersama-sama, bahu membahu menyusuri sungai, memungut, dan mengangkat sampah dengan karung plastik yang telah disiapkan sebelumnya. Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni N memberikan apresiasi dan dukungan pihaknya terhadap giat yang dilaksanakan. “Sebuah penghormatan bagi kami. Ini adalah giat nyata dan memberikan dampak yang besar bagi lingkungan, terutama menjaga kebersihan sungai Cikembar. Kami terus berupaya memberikan edukasi kepada warga dan konsen menyikapi pencemaran sampah yang dibuang ke sungai,” ujarnya kepada news.berbagi.id di lokasi giat. (baca juga; https://news.berbagi.id/menempa-disiplin-ala-militer)

Perlu diperhatikan, membuang sampah ke sungai dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang signifikan, diantaranya; menurunkan kualitas air sungai, menyumbat aliran air sehingga meningkatkan risiko banjir saat hujan. Menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu ekosistem sungai, termasuk ikan dan organisme air lainnya. Serta berpotensi menjadi sumber penyakit, karena menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan bakteri.

Sungai Cikembar sendiri menjadi lintasan dan ‘membelah’ area sekolah SMA HSI Boarding School yang tampak asri dengan pemandangan alam dan pohon hijau yang melingkupinya, sehingga diperlukan upaya secara bersama-sama memerangi sampah dan turut mendukung penjagaan lingkungan agar tetap lestari. Kepala Sekolah SMA HSI BS Fauzi M. Noor S.Sy yang turun langsung menyusur sungai mengatakan, giat yang dilakukan sangat bermanfaat, terutama kepada para santri. “Alhamdulillah, santri kami terlibat langsung, ini membentuk karakter, sekaligus menjadi pembelajaran agar peduli kepada lingkungan dan gotong royong. Kami sangat bersyukur terjalinnya sinergi yang luar biasa ini. Terima kasih kepada tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI, Batalyon 310, Kecamatan Cikembar, dan semua pihak yang terlibat,” ungkapnya bersemangat.

Dukungan Pramuka Peduli Kecamatan Cikembar berupa peralatan rappeling cukup membantu tim relawan mengangkat puluhan karung sampah yang dikumpulkan dari bawah sungai yang curam. Selanjutnya, ditarik atau dikatrol perlahan dengan tali naik ke atas. Teknik ini memberikan kemudahan, sehingga karung dengan cepat dipindahkan, tanpa menggunakan tenaga ekstra karena bobot sampah yang cukup berat.

Evakuasi sampah…

Akhirnya ratusan kilo sampah diangkut dengan truk Dinas Kebersihan Kecamatan Cikembar, setelah melalui perjuangan panjang mengangkatnya dari sungai yang tercemar. Alhamdulillah, giat hari pertama 18 Juli 2026 (Kali Jaga) selesai, berjalan lancar, dan aman.
Ingin membaca berita selengkapnya?
Baca Lebih Lanjut