
Bersama Dinkes Surakarta LAZ HSI BERBAGI Deteksi Dini TB Lewat Active Case Finding
Leny Hasanah- Berita

Tracing Tuberkulosis terintegrasi cek kesehatan gratis diselenggarakan di Pendopo Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjar Sari, Surakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Dok; HSI BERBAGI.
Solo, news.berbagi,id – Lembaga Amil Zakat HSI BERBAGI bersama Dinas Kesehatan Kota Surakarta memperkuat upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TB) melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang hingga saat ini masih menjadi persoalan kesehatan di masyarakat.
Kegiatan tracing Tuberkulosis ini terintegrasi berupa cek kesehatan gratis yang diselenggarakan di Pendopo Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjar Sari, Surakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus TB sekaligus mendukung target eliminasi TB di Indonesia pada 2030.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TB terbanyak kedua di dunia setelah India. Karena itu, deteksi dini melalui penemuan kasus secara aktif (Active Case Finding/ACF) menjadi salah satu strategi penting untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Di Kota Surakarta, upaya pengendalian TB juga terus diperkuat. Data Dinas Kesehatan Kota Surakarta menunjukkan sebanyak 2.384 kasus TB ditemukan sepanjang 2025. Sementara itu, hingga April 2026 telah teridentifikasi 651 kasus baru, sehingga diperlukan langkah-langkah preventif dan deteksi dini yang lebih masif di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini, HSI Berbagi sebagai lembaga amil zakat nasional berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Pemerintah Kelurahan Ketelan, Puskesmas, Persatuan Ahli Radiografi Indonesia (PARI), serta Poltekkes menghadirkan layanan skrining kesehatan bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi, khususnya yang memiliki kontak erat pasien TB.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari, M.K.M., dan dihadiri Lurah Ketelan, Didit, beserta jajaran tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan pemeriksaan.
Sebanyak 50 warga mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi edukasi mengenai TB, pemeriksaan kesehatan, serta skrining rontgen dada menggunakan portable X-ray. Seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma, sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap deteksi dini penyakit.
Penanggung Jawab Kegiatan dari LAZ HSI Berbagi, Angga Pratama, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen HSI Berbagi dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Antusiasme warga cukup tinggi, mengikuti edukasi maupun pemeriksaan kesehatan dan skrining TB. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu percepatan penemuan kasus TB di lingkungan sekitar,” ujar Angga di Surakarta.
Selain mendapatkan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan TB, peserta juga memperoleh pemeriksaan kondisi kesehatan saluran pernapasan melalui skrining rontgen dada. Warga yang teridentifikasi sebagai terduga TB akan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
Apabila hasil pemeriksaan mengonfirmasi TB, peserta akan mendapatkan penanganan melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Sementara itu, masyarakat yang memenuhi kriteria pencegahan akan diarahkan untuk memperoleh Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) guna menurunkan risiko berkembangnya penyakit.
Dinas Kesehatan Kota Surakarta mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan HSI Berbagi dalam mendukung pengendalian TB. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mempercepat penemuan kasus melalui pendekatan berbasis komunitas.
Pelaksanaan Active Case Finding di Kelurahan Ketelan diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di wilayah lain, khususnya dalam menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi. Langkah tersebut sejalan dengan strategi nasional pengendalian TB yang menitikberatkan pada deteksi dini, pengobatan yang cepat dan tuntas, serta penguatan upaya pencegahan di tingkat komunitas.
Melalui kolaborasi antara HSI Berbagi, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Puskesmas, PARI, Poltekkes, dan Pemerintah Kelurahan Ketelan, upaya penanggulangan TB diharapkan semakin efektif. Sekaligus memperkuat kontribusi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya Indonesia bebas TB pada 2030. (sbn)
Ingin membaca berita selengkapnya?
Baca Lebih Lanjut